Kalender
November 2014
M T W T F S S
« Oct    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
Temukan
Biro AAI on Facebook

Memaknai Makna

Berdakwah itu ibarat menanam pohon. Dan kita adalah petaninya. Saat menyemai benih, petani tak pernah tahu benih yang manakah yang akan membalasnya dengan buah-buahan yang segar. Yang ia tahu, ia harus memperlakukan benih-benih itu dengan hati-hati. Perlahan namun pasti. Pohon itu pasti akan tumbuh dengan baik. Itulah keyakinannya sebagai seorang petani.

Waktu berganti, pak tani tak pernah lelah menanti. Ia menunggu dengan sabar dan penuh keyakinan. Benih-benih itu akhirnya tumbuh dengan sempurna. Namun tidak semuanya. Banyak benih yang mati sebelum bertunas, ada yang tumbuh sempurna namun tidak jua berbuah. Sedikit yang tumbuh dan berbuah banyak. Namun, petani itu tak pernah menyesal menanam pohon-pohon itu.

Begitulah, ia ibarat dakwah. Menyemai lalu menuai. Dibina lalu membina. Membina kemudian dibina. Petani itu mengajarkan kita sebuah makna. Menyemai benih. Dakwah, menyemai kebaikan. Adakah bedanya? Tidak. Sungguh. Saat petani menyemai benih-benih, ia menunggu sangat lama sampai benih itu berbuah. Prosesnya lama. Hasilnya? Belum tentu sesuai harapan. Tapi tak masalah.

Saat pohon itu tumbuh sempurna namun tak berbuah, ia tidak menebang pohon tersebut. Ternyata, ia bisa berlindung di bawah rindangnya dedaunan melepas penat. Saat benih itu mati sebelum bertunas, dia tak menyalahkan tanah yang kering, air yang sulit, atau hama yang banyak. Ia akan berkaca diri. Dimana letak kesalahannya sehingga benih tak mau bertumbuh. Sekali lagi, petani itu tak menyesal. Hanya saja, dia melihat dengan cara yang berbeda. Dan disitulah seninya.

Seni dakwah juga sama. Dakwah itu menyemai kebaikan. Kebaikan tak selalu berbuah kebaikan. Kadang kekecewaan, kadang percik permusuhan. Tapi tak masalah kan? Mari kita maknai seperti pak petani memaknai.

“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarahpun, niscaya akan melihat (balasan)nya”. (QS 99:7)

Seperti itulah pak tani memaknai pekerjaannya. Sekecil apapun kebaikan yang kita semai buahnya adalah kebaikan pula. Mungkin tidak dengan bentuk yang sama. Bisa jadi, sehat kita, luang kita, kemudahan mengerjakan tugas, lepas dari hutang, adalah buah kebaikan kita. Kita tak pernah tahu.

Begitulah, Allah membalasnya dengan cara yang berbeda. Dia membalas kebaikan kita dengan caraNya sendiri. Pohon tak selalu berbalas buah. Rindangnya pohon adalah tempat nyaman untuk burung bersarang. Itu balasan pohon dalam bentuk berbeda. Sama-sama bermanfaat. Sama-sama kebaikan.

Kebaikan tak selalu berbalas kebaikan. Dan kita tak pernah tahu apa balasannya. Pasti ada hikmah disebaliknya. Yang perlu kita tahu hanya menanam benih kebaikan dimanapun dan bagaimanapun. Berdakwah dimanapun kita berada dalam kondisi apapun.

Saat menanam pohon, saat berdakwah. Jangan pikirkan balasannya. Karena, ia akan mengaburkan kedalaman maknanya. Bayangkan saja, Allah akan menyambutmu di Surga. Bukankah itu saja sudah cukup?

Materi Asisten AAI 2014

Buku Pegangan Asisten [download disini]

Registrasi Mahasiswa Baru UNS 2014

Jika Registrasi Online Gagal, silahkan download formulir ini untuk skrining di fakultas masing-masing.

Download Formulir [BIODATA PESERTA ASISTENSI AGAMA ISLAM TAHUN 2014]

Download Polling [Polling Peserta Asistensi Agama Islam]

Biro AAI UNS Itu Apa Kak?

Oleh: Ramatto Livic*

            Ketika mahasiswa baru muslim tiba di UNS, ada sebuah kegiatan wajib yang mereka ikuti. Itu adalah AAI (Asistensi Agama Islam), kegiatan mentoring keagamaan yang memiliki peran sebagai pendamping mata kuliah Pendidikan Agama islam di UNS. Kasarannya, AAI itu adalah praktikumnya PAI. Karena itu, kegiatan AAI ini memiliki porsi di nilai PAI. Oleh karena itu, AAI merupakan kegiatan wajib bagi setiap mahasiswa baru muslim di UNS.

            Output dari AAI pun sudah banyak terbukti. Banyak mahasiswa yang berprestasi lahir dari sebuah pembinaan di AAI. Namun sangat disayang, kebanyakan civitas akademika UNS masih banyak memandang remeh dan belum mengetahui Biro AAI UNS sebagai lembaga yang mengelola kegiatan AAI. Meskipun, asisten sebagai garda terdepan dalam membina para mahasiswa baru. Tapi, tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya manajerial yang baik dari pengelola. Dalam hal ini Biro AAI UNS.

            Nah, melalui sebuah tulisan ini saya ingin menjelaskan, Apa itu Biro AAI UNS? Biro AAI UNS adalah lembaga yang bertanggung jawab terhadap proses keberjalanan AAI. Mulai dari pengawasan, controlling, pembinaan asisten, kaderisasi calon asisten, dll. Pokoknya segala hal terkait dengan kegiatan AAI, itu menjadi tanggung jawab Biro AAI UNS.

Biro AAI UNS ini juga termasuk lembaga yang bergerak dalam bidang kerohanian. Akan tetapi, meskipun Biro AAI UNS adalah lembaga mahasiswa, tapi bukanlah Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM) kerohanian seperti halnya JN UKMI UNS, IQ UNS, SKI, FUSI dkk. Arah kegiatan Biro AAI UNS lebih mengarah ke akademik, dengan kegiatan utamanya adalah AAI. Biro AAI UNS juga yang menyelenggarakan kegiatan pendamping AAI agar kegiatan AAI menjadi lebih dinamis. Semacam refreshing.

Secara structural, Biro AAI UNS adalah lembaga semi otonom-nya JN UKMI UNS, dibawah bidang pembinaan dan kaderisasi. Garis hubungan kedua lembaga ini tidak bersifat komando,tapi hanya sebatas kordinasi. Kordinasi ini dimaksudkan agar kegiatan kedua lembaga ini tidak saling bertabrakan. Karena keduanya merupakan lemabga kerohanian.

Saya disini akan menjelaskan perbedaan Biro AAI UNS dengan JN UKMI UNS. Karena kebanyakan civitas akademika UNS masih bingung dengan kedunya. Pertama dari segi arahan kerja. Jika JN UKMI focus utamanya adalah syi’ar islam. Sedangkan Biro AAI UNS focus pada pembinaan, khususnya dibidang Pendidikan Agama Islam. Kedua, jalur hubungan dengan birokrat juga berbeda. Jika JN UKMI berada di bawah Pembantu Rektor III bidang kemahasiswaan. Sedangkan Biro AAI UNS ada di bawah Pembantu Rektor I bidang akademik melalui UPT Mata Kuliah Umum (MKU).

Ketiga, keduanya sebagai lembaga ditingkat universitas memiliki garis hubungan dengan yang ada di fakultas. Jika JN UKMI UNS sebagai LDK UNS dengan LDF (Lembaga Dakwah Fakultas) seperti SKI FT, FUSI FP, LKI FISIP dkk itu bersifat kordinasi dan diwadahi dalam Forum Besar (FORBES) LDK. Karena mereka berbeda lembaga. Memiliki ketua umum masing-masing. Sedangkan Biro AAI UNS dengan Biro AAI Fakultas masih satu lembaga. Biro AAI UNS dipimpina oleh Kabiro, sedangkan di fakultas oleh korfak. Sehingga garis hubungannya bersifat komando. Dalam beberapa hal, Biro AAI Fakultas memiliki beberapa hak otonom.

Biro AAI UNS memiliki sebuah visi untuk mewujudkan mahasiswa UNS berkarakter Edukatif dan Religius. Jika diperkuliahan mahasiswa mendapatkan suplemen agar ahli dalam IPTEK bidangnya masing-masing. Maka Biro AAI UNS melalui kegiatan AAI membantu mengimbangi dengan suplemen agar memiliki IMTAQ yang memadai. Seperti slogan Biro AAI UNS, “Bersama dalam Perjuangan” mari kita wujudkan Indonesia yang lebih madani dengan melalui pembinaan AAI di Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Biro AAI UNS membuka pintu gerbong kepada kalian para mahasiswa baru UNS 2014 untuk bergabung dalam gerbong dakwah kami. Tertarik dengan tujuan kami? Mewujudkan Indonesia yang lebih madani? Kami tunggu kontribusi dari kalian untuk bergabung bersama kami. Silahkan hubungi Dwi Nur Rahmat (085642170947) untuk putra dan Putri Dwi Novitasari (085645821760) untuk putri. Silahkan hubungi mereka, jika kalian tertarik bergabung bersama kami.

*Ramatto Livic adalah nama pena dari Dwi Nur Rahmat, Kabiro AAI UNS.

Alur Registrasi Asistensi Agama Islam Mahasiswa Baru UNS 2014



Registrasi Sekarang [klik disini]

Password untuk login: aaioye

Pertanyaan via sosmed: FB: Biro AAI UNS Twitter: @BiroAAIUNS Email: aai.uns.ac.id@gmail.com

Formulir tipe 2 (Hardfile)

Formulir untuk pendaftaran asisten AAI bisa didownload disini: [BIODATA calon asisten]

Formulir tipe 1 (Online)

Bagi yang belum download materi FU AAI 2014, bisa di download disini.

Download Materi FU AAI 2014

Qiyamul Lail – Cahaya untuk Indonesia

Oleh Putri Dwi Novitasari

Seorang ibu shalihah itu terbangun jam setengah dua pagi (baca : malam) lalu mengambil air wudhu tanpa perlu berpikir panjang. Tentu anak – anaknya masih terlelap di keranjang masing – masing apalagi sedari tadi siang mereka begitu asyik bermain di rumah saudara yang tengah mereka kunjungi itu. Membangunkan mereka pasti hanya akan berujung permintaan “Nanti ya mi, masih ngantuk banget..” atau bahasa meminta penakluman lainnya supaya umi mereka meninggalkan kamar dan kembali beberapa waktu lagi atau bahkan tak balik sama sekali untuk membangunkan mereka. Itu wajar, mereka masih kecil, pikir sang ibu.

 

Melihat sang bapak, ternyata juga masih tertidur pulas. Ibu ini melewati kamar – kamar di rumah saudaranya itu menuju kamar mandi hendak mengambil air wudhu. Ia terhenti, di satu kamar paling akhir sebelum tempat wudhu. Diam. Tapi seluruh tubuhnya tak tahu kenapa, serasa ringan dan begitu kecil. Trenyuh. Melihat anak-anaknya yang masih sepantaran SD itu, si Umar dan adiknya, Alisa,  berdiri dengan khusyu’ berjamaah shalat qiyamul lail. Merasa bersalah sekali rasanya sempat berpikir yang sedemikian tadi pada kedua putra – putrinya. Sedang keduanya bahkan lebih dulu bangun dari ibunya. Ya Allah.. pantaslah cahaya mu senantiasa menyelimuti rumah mereka di kala gelap. Pantaslah wajah mereka senantiasa berseri …

 

Kehidupan di dunia dan akhirat bahagia. Siapa tak menginginkannya? Sekeluarga rukun, dengan tetangga saling menyayangi, saling memberi dengan mudah, bahkan keberkahan serupa memancarnya cahaya kemilau dari rumah kita pun bisa kita dapatkan dengan dibacakannya Alquran dan didirikannya shalat Qiyamul lail disana..

 

Dari Jabir ra, Rasulullah saw bersabda, “ Tidak ada waktu di malam hari itu kecuali Allah akan memberikan apa yang kita minta di waktu – waktu itu.. “ [HR Muslim & Ahmad]

 

Bahkan Allah pun berfirman,

“Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah – mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji” [QS Al – Isra’: 79]

 

Shalat malam ini lah yang akan menjadi langkah – langkah awal bermunculannya peluang – peluang amal andalan yang lain. Belajar, menghafal alquran, terkabulnya doa dan bertemunya kita dengan Lailatul Qadr pun insya Allah dapat kita raih bersama Qiyamul lail :)

 

Abdullah bin Mas’ud mengatakan,

“ Barangsiapa yang shalat qiyamul lail dalam satu tahun penuh, maka ia akan mendapatkan malam lailatul qadr ”

 

Inilah Qiyamul lail. Inilah cahaya terindah persembahan untuk Indonesia. Di tengah kepurukan yang ada, mari berdoa di sela – sela Qiyamul lail kita sejuta kebaikan untuk Indonesia. Bisa kau bayangkan, ketika Allah mendengarkan doa-doa kebaikan melantun dari seorang di antara kita di setiap malam saja bisa menghidupkan ketenangan di sekitarnya, bagaimana jika seluruh penduduk negeri ini bersama – sama memanjatkan doa di setiap malamnya? Maka Alangkah mudah bersama-sama kita mengetuk pintu langit. Alangkah mudah Allah mengangkat kegelisahan yang ada di negeri ini. Alangkah mudah.. Sungguh, Alangkah mudahnya..

 

Nikmat Alloh manakah yang masih membuatmu mengeluh dan cepat berputus asa???

Dhimas Sandhiatma1

1Mahasiswa FMIPA UNS

 

Ketika kita naik mobil angkutan umum di tengah kemacetan lalu lintas, maka kita dituntut untuk bersabar. Kita tak boleh mencaci si sopir, apalagi membentak-bentak. Ketika kita berdesak-desakkan di kereta api kita juga dituntut sabar. Pada saat itu kita tidak boleh marah, kendati mungkin kaki kita terinjak.

Jadi sabar memang tak ada batasnya, sebagaimana iman itu sendiri.

Sesungguhnya permasalahan itulah yang akan membuatmu lebih dewasa dan berderajat tinggi dimata Alloh jika engkau BERSABAR

Pantaslah jika dalam sebuah kesempatan Nabi Muhammad SAW berpesan kepada kita untuk selalu bersabar (tabah dan ikhlas menerima kenyataan/taqdir). Bahkan beliau mengatakan, “Sebagian dari iman adalah sabar”. Rasulullah yang mulia sendiri, setiap ditimpa musibah apa saja, tak pernah mengeluh apalagi sampai menyalah-nyalahkan orang lain.. Anehnya, kita tak pernah menyalahkan diri kita. Padahal, jangan-jangan kesalahan itu juga karena kesalahan kita yang tanpa sadar kita turut menyumbangnya.

Untuk menjadi seorang penyabar tidak mudah, memang. Tapi Allah melalui ayat-ayat-Nya, baik yang kauni maupun qauli mengajak kita untuk menjadi ash-shabirin (kelompok orang-orang yang sabar). Antum tahu unta? Lihatlah betapa sabarnya seekor unta yang berjalan di padang pasir sembari membawa beban berat di punuknya.

 

MASA KALAH SAMA UNTA!!

Kita ingat kisah tentang robohnya kuda Suraqah bin Naufal saat mengejar-ngejar Nabi untuk dibunuh. Kita ingat tenggelamnya Fir’aun bersama serdadunya di laut Merah ketika mengejar-ngejar Nabi Musa dan pengikutnya.

Maka sangat wajar bila Allah mengabadikan mereka dalam al-Qur’an sebagai as-shabirien dan as-shadiqien, yakni orang-orang yang membenarkan ayat-ayat-Nya. Kuncinya apa? Mereka sabar dalam menjalani hidup ini,

saudaraku Bersabarlah,…sesungguhnya sadar atau tidak banyak saudara2 yang SIAP saling menanggung bebanmu, mendengarkan keluhan-keluhanmu,dan saling menasehati dalam kebaikan, BERSABARLAH

 karena Allah bersama orang-orang yang sabar dan

 KARENA KITA SAUDARA..