Aku berfikir sejenak tentang
keberjalanan bulan di setiap tahunnya, dari januari hingga desember dan begitu
kembali lagi hingga tahun bertambah. Bukan hanya tahun, umur pun juga pasti
bertambah, atau bisa dibilang berkurang, paket umur yang diberikan Alloh kepada
kita berkurang.

Ah, rasanya cepat sekali menuntut
ilmu di perguruan tinggi. Rasanya baru kemarin dan kini sudah mau selesai.
Apakah ada kenangan paling indah saat masa-masa kuliah awal? Oh pastinya sangat
beragam. Tapi tahukah yang kuanggap paling indah dan berkesan? Yaitu ketika
kajian melingkar satu kelompok di setiap pekan. Asistensi Agama Islam. Ya,
agenda yang baru kukenal bertepatan dengan sebutanku sebagai mahasiswa. Unik
sekali, berkenalan dengan teman baru dan kakak-kakak baru. Dan itu diwajibkan
dari setahun pertama, di tahun kedua, bukan kampus yang mewajibkan, tapi HATI
ini.

Entahlah, rasanya sayang sekali
ketika kita sudah masuk ke dalam kubangan air yang bisa membuat kita bersih
tapi kita tidak berani masuk lebih dalam lagi. Padahal di dalamnya pasti ada hal-hal
yang bermanfaat, karena pada saat di permukaan saja sudah bisa membersihkan
kotoran luar apalagi semakin ke dalam? Itulah yang dinamakan Follow Up
Asistensi Agama Islam (FU AAI). Tenang saja, FU AAI bukan hanya untuk merangkul
orang-orang yang baik, yang sudah berjilbab syar’i, yang tidak merokok dan
sholat wajib berjamaah lima waktu sehari, yang sudah hafal qur’an atau yang
sudah mempunyai akhlak yang bagus. Tapi, FU AAI sejatinya adalah sarana untuk
kita menjadi muslim yang lebih baik. (Maaf) mahasiswa yang masih merokok dan
sholatnya bolong-bolong, yang jilbabnya belum syar’i atau bahkan yang belum
berjilbab sekalipun berhak menjadi orang-orang yang terdepan dan dengan lantang
mengucapkan “Saya mencintai FU AAI, Saya ingin hidup lebih baik, Saya ingin
mengubah pribadi saya menjadi yang terbaik, Saya ingin banyak belajar ilmu
agama, Saya ingin membuat orang tua bahagia dengan kesholehan saya, dan Saya
berkomitmen untuk itu, AAI akan menjadi pilihan saya dan FU AAI akan menjadi
agenda rutin saya di tiap pekan.”

Maka kawanku semuslim, saudaraku
seiman, eratkanlah pegangan tangan untuk tetap mencari ilmu bersama-sama.
Kesulitan dan rintangan yang ada akan kita selesaikan bersama. Jalanilah,
ikutilah, resapilah, FU AAI yang awalnya kau merasa tidak punya daya apapun,
maka beberapa tahun kemudian ketika kau mengikutinya dengan baik, kau akan
kagum dengan dirimu yang baru. Selamat ber FU AAI dengan ikhlas J

 

Selesai ditulis di saat gerimis.
Pagi hari. Jam 6:52. Di Sebuah Gerbong Kereta

Prameks. Kamis, 11 Desember 2014.
@IstiqomahFebriani.