4Sayang sekali, kemarin aku kehilangan catatan perjalanan adiku ini.

Panjang kutulis tentang dia… Kehidupannya di kota kelahirannya. Terlahir sebagai anak kesayangan yang Alhamdulillah dikaruniai kecukupan membuatnya hidup dengan baik. Namun dibalik semua itu, dia harus bertahan dalam menjaga keyakinan. Secuil peristiwa yang dialami kakak lelaki tertuanya membuatku paham arti pelajaran menjaga keluarga yang kita miliki. Semampu kita, apa yang kita usahakan. Sekalipun itu hanya berhasil untuk kita sendiri. Paling tidak kewajiban kita telah tertunaikan. Itupun harus maksimal agar memperoleh hasil yang maksimal pula. Sang Abang pernah mengkonsumnsi barang terlarang itu. Ia mengaku sangat terbiasa menyaksikan orang ‘sakau’ karena ketagihan barang haram tersebut, yang tidak lain adalah abangnya sendiri. Naudzubillah.

Lain halnya dengan kakak perempuan pertamanya. Ia sudah menikah, sedikit hal yang membuatku kaget adalah kakak satu ini kurang sepakat dengan jalan yang dipilih olehnya. Berhijab.

Hampir semua keluarga memandang berhijab merupakan hal yang tidak lumrah dan tidak wajib. Ketika kenyataan itu dipandang sebelah mata oleh beberapa orang di rumahnya sendiri, ia tetap tidak mau mengubah keputusannya untuk tetap berhijab. Jadi, jangan mutlak memandang rendah seseorang yang belum berhijab. Bisa jadi keputusan mereka belum diterima oleh keluarganya. Namun, kita yang diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, hendak berhijab atau tidak, tentu harus bersyukur dengan memilih pilihan yang tepat.

Terkadang aku berpikir, apakah harus sesulit itu untuk tetap menjaga kemuliaan sebagai seorang muslimah Ya Rabb? Aku yang masih jauh dari jiddiyah ‘kekuatan tekad’ mereka merasa kecil sekali di hadapanmu.

Teringat dengan sosok wanita mulia penjaga kehormatannya di depan suaminya yang lalim, Asiyah binti Muzahim bin Ubaid bin Rayyan bin Al-Walid, istri Fir’aun.

Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim”. (QS. 66:11)

Semoga kita senantiasa mampu menjaga kemuliaan kita ya sobat, terutama para muslimah. Kita harus mampu menjadi wanita yang tegar dan shalihah. In syaa Allah senantiasa berusaha mewujudkannya.