20141109_092700[1]
Dok. Penulis: Kami Cinta AAI

Daun berguguran bak musim semi di awal Januari

Di sudut bangku taman sebuah kampus kebanggaan

Aku dan mereka duduk bercengkrama

Bertutur makna indahnya bersyukur dan bersaudara

Kami memang datang dari berbagai penjuru bumi

TakdirNya lah yang mengumpulkan dan menyatukan

Bagi kami, itulah takdir yang indah

 

Detik demi detik berlalu…

Tak terasa lama kami menunggu

“Tak pernah kami risaukan, toh penantian itu begitu indah 

Ya, ada seseorang yang kami tunggu…”

 

Dan waktu kami terhenti,

“Hey, Ia datang”

Semua wajah memandangnya

Ia datang dengan sebuah senyuman

Senyuman di balik keikhlasan

Atau sekadar penghapus kepenatan

Kami sangat tahu ia lelah

Tapi entah mengapa senyum itu mampu menutupinya

Kami sangat tahu ia penat

Tapi entah mengapa wajahnya selalu bercahaya

Seperti penuh sinaran ilmu

Rela kau bagi pada kami tanpa kami memintanya

Kami rindu dan akan selalu rindu

Sapaan hangat dan pelukan sayang darimu,

Seakan semua beban kami dapat dibagi dan ringan dibawa pulang

Denganmu dan teman seperjuangan

Engkau yang menyapaku dengan senyuman,

Yang datang dengan senyuman,

Dan pulang dengan senyuman

Terimakasih dari kami tak terhingga,

Dan hanya Allah yang mampu membalasnya 🙂

Surakarta, 24 Desember 2015