Siap Pentas di Panggung Ramadhan

0
162

“Orang yang naik panggung tanpa persiapan, maka dia akan turun panggung tanpa perghormatan” (Cicero)

“Duh! Sedihnya turun panggung membawa malu. Di atas panggung sudah mati-matian menahan grogi, setelah turun pun bukan kebanggaan yang dibawa. Sungguh merugi hanya karena kurang siap diri.”

Itu hanya perumpamaan panggung dunia, bagaimana dengan panggung ramadhan kita? Sudah persiapan belum? Tentunya kita tak ingin melewatkan momen Ramadhan begitu saja. Dengan kegiatan yang begitu-begitu saja. Amalan yang begitu-begitu saja. Dan hal begitu-begitu saja lainnya.

Turun panggung Ramadhan dengan penyesalan tentu bukan pengharapan semua insan, untuk itu perlu adanya persiapan agar di panggung Ramadhan nanti semua rencana bisa terealisasi memuaskan.

“Terus persiapannya apa dong? Tinggal 30 hari lagi, udah mepet!”
Tenang, coba lakukan 3 langkah ini.

Pertama, persiapan fisik.
“Butuh fisik juga? Emang puasa bakal lomba lari?”
“Cerewet. Baca dulu.”

Puasa di bulan Ramadhan bakal ada lomba lari yang bakal diikuti bagi setiap orang yang ingin jadi alumni Ramdhan muntijah (bernilai). Lomba lari dalam beramal salih. Karena beramal salih tak semudah membalik gorengan tempe di wajan (bahkan ini pun sejujurnya ga gampang), maka perlu adanya persiapan fisik. Biasakan fisikmu bangun di sepertiga malam dan latih tubuh menahan lapar dan dahaga dengan berpuasa sunah. Selain untuk melatih fisik, hal ini juga akan melatih tubuh untuk menerima pola dan jam makan baru selama Ramadhan nanti. Biar kuat puasa sehari penuh dan ga ogah-ogahan.

Kedua, persiapan strategi. Tampil di panggung Ramadhan butuh strategi dan taktik efektif untuk melewatinya. Strategi ini bisa kita dapat lewat ilmu. Jadi saat Ramadhan nanti kita tidak akan ~lupa lirik~ digagalkan dan dipusingkan dengan hal-hal yang masih kita ragukan. Mulai baca buku fikih tentang puasa Ramadhan, silaturahmi ke ustadz untuk menanyakan hal-hal yang masih ragu, atau diskusi bareng temen buat memperkuat strategi Ramadhanmu.

Dan yang ketiga adalah persiapan mental. Ketika fisik dan ilmu juga strategimu sudah bagus, kini giliran mentalmu (atau imanmu) yang dipertangguh. Jangan sampai kedua persiapanmu diatas luluh lantak karena mentalmu tak siap menghadapi Ramadhan. Kondisikan mentalmu dengan mengakrabi Al Quran mengamalkan amalan sunah, dan jangan lupa berdoa. Kondisikan pekan-pekan ruhiyah dengan amalan salih, sehingga nuansa ramadhan dapat mulai terbangun dan kerinduan akan datangnya Ramadhan semakin membuncah dan secara sederhana mentalmu akan siap tampil di panggung Ramadhan.

Sekian. Semoga penampilan kita bisa maksimal dan turun dengan 3 bintang atau golden ticket. Eh. []