Agar Target Ramadhan Tak Jadi Angan-angan

0
145

Permulaan kebaikan dipandang ringan, tetapi akhirnya dipandang berat. Hampir-hampir saja pada permulaannya dianggap sekadar menuruti khayalan, bukan pikiran; tetapi pada akhirnya dianggap sebagai buah pikiran, bukan khayalan. Oleh karena itu, dikatakan bahwa memelihara pekerjaan lebih berat dari pada memulainya. (Ali bin Abi Thalib)

Sungguhpun perkataan Ali ini berlaku pula dalam keseharian kita. Ramadhan menjelang, persiapan diri meningkat, target-target Ramadhan dibuat sedemikian rupa agar Ramadhan yang akan dilalui membekas ke relung hati. Namun tak ayal saat ditengah perjalanan kita merasa berat, berpikir bahwa apa yang telah ditargetkan hanyalah angan-angan, target yang kelewat muluk-muluk. Lalu bagaimanakah harus dilakukan? Agar target tercapai sesuai harapan?

Perjelas Target
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mentukan target yang jelas. Target yang dibuat pun tentunya harus masuk akal dan sesuai dengan kemampuan kita. Membuat skema perencanaan target dapat ditinjau dari keseharian kita selama ini. Semisal membaca Al-Quran, jika selama ini kita terbiasa membaca 2 lembar mushaf setelah sholat atau satu juz satu hari, maka dapat dilipatkan menjadi dua kali misalkan, dengan tidak mengesampingkan urusan keseharian yang lainnya. Jangan karena dikejar target, kita jadi lupa bagaimana menjadi manusia seperti biasanya. Karena target kita mengubah diri menjadi manusia goa yang lupa bermasyarakat, bersosialisasi dan berkegiatan sebagaimana mestinya.
Konsisten alias Istiqomah

Untuk memenuhi target yang sudah kita buat tidak hanya cukup dengan bermodalkan keinginan saja lho, perlu diusahakan! Rasa malas dan menunda-nunda akan sangat mudah melanda utamanya ditengah-tengah perjalanan. Untuk itu carilah pula tempat atau lingkungan yang nyaman agar dapat beribadah dengan nyaman dan istiqomah, dan jangan lupa selalu berdoa kepada Allah agar Ramadhan kita tahun ini lebih baik daripada Ramadhan yang telah lalu.