Kertas dan Noda Tinta

0
106

Awal Ramadhan, suasana perubahan begitu terasa, dari lingkungan, aktivitas harian, tak terkecuali teman-teman kita yang mulai berubah sikapnya.

Si Fulan itu biasanya jarang ngaji, kok tiba-tiba ngaji dan udah juz 23 di awal Ramadhan ini, ah palingan ngajinya kilat, tajwid dan makhrajnya asal-asalan.

Si Fulan itu tumben jadi sering ke Masjid sebelum adzan, padahal biasanya denger iqomat baru berangkat, ah palingan besok-besok udah gak gitu lagi.

Si Fulan ngajinya bagus, ibadahnya rajin, ah tapi masa iya bagus semua, pasti ada kurangnya nih, ah iya dia keanya pacaran. Seringkali kita dapati teman-teman kita berubah, jadi baik, atau memang dia sudah lama baik, hanya saja seringkali kita terlalu fokus terhadap noda kesalahannya.

Kita memang tidak bisa bohong, kalau ada kertas putih, ada noda tinta di tengahnya, lalu kita menyatakan “itu hanya kertas putih saja.” Hakikatnya tiap orang punya kesalahan, punya masa lalu yang buruk, bisa jadi, namun bukan berarti ketika dia bertaubat, dia berubah baik, lalu kita tetap menghakimi pandangan buruk terhadapnya, barangkali mata kitalah yang telah ternoda, bukan kertas itu.

Bagaimana menyikapi noda tinta itu?

Tutupilah, lalu kamu bisa menyatakan, kertas itu putih dilihat.
Ah si Fulan memang dia buruk, apa yang baik darinya? Dia suka ganggu orang, perokok, pacaran.

Barangkali mereka bisa berubah? Mungkin kamu ingkar, tapi Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam percaya pada penduduk Thaif, bahwa mereka akan memeluk Islam dan berjuang membelany, padahal mereka menyakiti Rasulullah ketika ia berdakwah di sana.

Kertas yang telah hitam itu, bisa saja akan digantikan dengan kertas putih yang baru, bisa jadi kemudian hari dia bertaubat, dan kamulah salah satu orang yang mendoakan untuk ia bertaubat, hidayah itu mahal, apabila kamu jadi pengantar hidayah tersebut, MasyaaAllah itu luar biasa.

Jadi, berhentilah berpandangan buruk pada yang lain, jika kamu ketahui keburukannya, tutupilah.
Jadi, berhentilah berpandangan buruk pada yang lain, jika kamu ketahui keburukannya, tutupilah.
Ah iya, ngomong-ngomong kamu punya kertasmu sendiri, kalau selama ini kamu di anggap ‘bersih’ oleh orang lain, barangkali Allah lah yang telah menutup noda tinta kesalahanmu.

Ditulis oleh ‘kertas hitam putih’. Klaten, 5 Ramadhan 1438 H