Jumat, 29 September 2017

Hadirnya kita di sini sebagai asisten adalah bentuk sayang dan cinta kasih dari Allah Swt.. Pembinaan yang dilakukan oleh Asisten merupakan suatu amalan yang sangat penting. Beberapa urgensi membina ialah sebagai berikut.

      1. Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap umat Islam.
      2. Menyampaikan ilmu merupakan sunnah Rasulullah, sebagaimana dalam hadist diungkapkan, “Sampaikan padaku walau hanya satu ayat”. Ketika mendapatkan ilmu yang baru, sampaikan kepada orang lain. Tidak perlu menunggu hingga sempurna karena ilmu bersifat seperti hewan, kalau tidak diikat akan mudah lepas.
      3. Pahala yang berlipat bagi orang yang mengajak ke dalam kebaikan.
      4. Membangun generasi yang lebih baik. (An-Nisa-9)
      5. Seseorang yang membina secara otomatis dapat terbina.

Proses Dinamika Kelompok AAI
a. Pembentukan/ Forming
Pembentukan dilakukan dengan memahami adik-adik binaan. Hal ini dapat dilakukan dengan menyesuaikan perilaku, mengetes posisi adik-adik binaan, menanyakan kondisi adik-adik binaan. Melalui pembentukan (forming) diharapkan binaan memiliki rasa senang ketika bertemu dengan asisten dan memahami pentinnya AAI.
Beberapa hal yang perlu dilakukan pada tahap pembentukan ialah.
1. Mencairkan suasana (berkenalan).
2. Mendalami motivasi dan karakter.
3. Mendorong interaksi dan keterlibatan semua anggota.
4. Menjelaskan proses halaqah dan apa yang ingin dicapai dalam waktu tertentu.

b. Keributan/ Storming
Adanya konflik dalam suatu kelompok merupakan sesuatu yang wajar. Hal ini dipengaruhi oleh asal budaya yang berbeda. Diperlukan managemen konflik. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pengarahan tentang pentingnya manfaat AAI daripada ketidaknyamanan akibat konflik yang bersifat sementara.

c. Penormaan/ Norming
Dalam penormaan, hubungan dan kohesivitas perlu dipererat. Mulai membangun kerjasama secara efektif. Membangun perasaan kebersamaan dalam satu kelompok.

d. Pelaksanaan/Performing
Kelompok berjalan dengan baik terlihat dari beberapa ciri berikut.
1. Memelihara kerjasama dengan menjaga kekompakan kelompok.
2. Menguatkan komitmen anggota terhadap AAI .
3. Membangun kepemimpinan yang majemuk.

e. Peristirahatan/ Adjourning
Dalam keberjalanan kelompok diperlukan sesi untuk refreshing karena kemungkinan anggota kelompok mengalami kejenuhan.

Energi yang dapat mendinamisasi Kelompok AAI
1. Saling percaya
2. Kedekatan
3. Komunikasu terbuka
4. Semangat
5. Produktivitas

Hal yang perlu diperhatikan ialah selalu libatkan Allah dalam setiap aktivitas karena Allah adalah Sang Pemilik Hati dan Allah Yang Maha Berkehendak.

BAGIKAN
SebelumnyaPengumuman Kelulusan TDM
DLK - Departemen Litbang dan Kehumasan Biro AAI UNS