Sejarah

SEJARAH

Keberlangsungan Asistensi Agama Islam (AAI) di UNS dimulai sejak tahun 1986 hingga saat ini, berawal dari sebuah lembaga bernama Ikatan Dosen Agama Islam (IKADAI) yang berada dibawah Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) Agama Islam dan sekaligus berada dibawah tanggung jawab bidang Akademik.

LOGOBIRO2

Pada tahun 1991, tepatnya tanggal 12 Maret 1991, terjadi peleburan 4 lembaga intra kampus, yaitu : IKADAI, Takmir Masjid Nurul Huda UNS, Jama’ah Masjid Nurul Huda UNS, dan Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) UNS menjadi Jamaah Nurul Huda Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (JN UKMI) UNS. Oleh karena itu, format AAI juga mengalami penyesuaian menjadi salah satu bagian struktur di JN UKMI UNS sebagai Departemen Asistensi dibawah Bidang Pembinaan.

Pada tahun 1999, profesionalisme AAI sebagai sebuah kegiatan pembantu akademik MK PAI semakin ditingkatkan. Maka dari itu, jajaran pimpinan JN UKMI UNS mencoba mengawalinya dengan membuat surat kesepakatan dengan pihak rektorat. Akhirnya, dalam sebuah forum lokakarya Asistensi dengan MKU Agama Islam, dihasilkan sebuah kesepakatan bersama berupa Surat Kesepakatan Pelaksanaan Asistensi Agama Islam dari MKU yang diamanahkan kepada JN UKMI UNS. Surat Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Kordinator MKU Agama Islam Bpk. Drs.Mahmudi Shaleh, S.Ag. M.Ed. dan Ketua Umum JN UKMI UNS, Sdr. Usman Sudarmaji. Dengan adanya Surat Kesepakatan ini, Asistensi Agama Islam lebih bersifat mengikat dan semakin eksis serta diakui oleh civitas akademika, khususnya mahasiswa.

Departemen Asistensi selalu melakukan perbaikan dan semakin menunjukkan eksistensinya di UNS. Untuk itu agar kegiatan AAI dapat terkelola dengan baik, maka JN UKMI UNS mengubah struktur departemen Asistensi menjadi Biro Asistensi Agama Islam

PERJALANAN

JN UKMI UNS periode 2008 dengan ketua umum Sdr. Khayat Rosyadi memiliki keinginan mengubah struktur Biro Asistensi yang awalnya berada di dalam jajaran Pengurus Harian Terbatas (PHT) JN UKMI UNS, menjadi sebuah struktur yang “semi otonom”. Hal ini dilatarbelakangi dengan posisi BIAS yang masih ambigu, artinya posisi bias yang secara kelembagaan di bawah JN UKMI UNS (kemahasiswaan UNS), tetapi secara kegiatan Biro Asistensi lebih cocok di bawah MKU karena bersifat akademik. Semi otonom dimaksudkan pula agar kinerjanya dapat lebih fokus untuk mengelola ke-Asistensi-an di UNS tetapi masih dalam koordinasi internal dengan JN UKMI UNS.

Hingga saat ini, struktur Biro Asistensi Agama Islam (Biro AAI) menjadi lembaga yang secara kelembagaan semi otonom berada di bawah JN UKMI, sedangkan secara koordinasi pusat menjalin koordinasi dengan Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Mata Kuliah Umum Pendidikan Agama Islam (PPPMKU PAI) yang berada di bawah struktur Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) UNS.